Proyek Gedung SMPN 1 Tenggarong Masuk Skala Prioritas
TENGGARONG, Pembangunan Gedung SMPN 1
Tenggarong tetap menjadi prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
Kutai Kartanegara (Kukar) hingga 2 tahun ke depan. Bahkan Disdikbud
menganggarkan Rp 48 miliar lewat APBD 2018.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Disdikbud
Kukar, Hifsi G Fachrannas kepada Poskota Kaltim kemarin.
Ia mengaku pernah dipanggil Komisi IV
DPRD Kukar terkait kelanjutan pembangunan gedung SMPN 1 yang mandek. Proyek
pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong mandek akibat kondisi keuangan daerah yang
defisit 2 tahun terakhir.
“Beberapa kali saya terima laporan
terjadi friksi antara murid SMPN 1 Tenggarong dan SMKN 2 Tenggarong. Murid SMPN
1 dibilang mengotori sekolah padahal status mereka pinjam gedung. Lama-kelamaan
ini akan menimbulkan gesekan,” katanya.
Pihaknya berupaya untuk mendorong dalam
proyek multiyears. “Saya menganggarkan di APBD murni 2018 sebesar Rp 48 miliar,
habis kegiatan di Disdikbud, tidak ada lagi kegiatan yang lain, hanya untuk
SMPN 1 Tenggarong saja jadi prioritas kami,” tuturnya.
Pada 2019, Hifsi mengaku perlu
menyelesaikan pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong sekitar Rp 30 miliar. Paling
tidak proyek ini perlu waktu 2 tahun.
“Berbeda kalau seandainya kita setujui
dalam bentuk multiyears, multiyears ini sepanjang lelangnya bagus, hasil
kerjanya berkualitas, maka setahun sudah selesai. Sehingga 2019, gedung sudah
bisa ditempati, tinggal pembayarannya saja,” ujarnya.
Menurutnya, pihak DPRD sepakat akan
rencana multiyears tersebut. Kini Disdikbud Kukar sedang melengkapi
kebutuhan yang menjadi syarat untuk multiyears dalam 2 bulan ke depan sebelum
berakhir tahun ini, sampai saat ini pembangunan gedung tidak ada masalah dari
sisi perencanaan dan lahannya.
“Masalahnya hanya pada pendanaan pembangunan, haarapan kita di 2018 harus selesai atau bisa secepatnya, kalau ini multiyears, awal tahun kami bisa lelang. Jika lelang berjalan lancar, maka Maret sudah bisa kerja sehingga dalam waktu 9 bulan pekerjaan sudah selesai dengan gedung 3 tingkat, lalu pada tahun 2019 gedung sudah bisa ditempati,” ucap Hifsi. aji/poskotakaltimnews.com